Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dosen Kepariwisataan

Pariwisata merupakan salah satu mesin penggerak ekonomi dan penghasil devisa bagi pembangunan ekonomi negara. Sektor pariwisata dinilai punya potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi wisata yang punya daya tarik besar.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dosen Kepariwisataan

Tujuan utama dari pembangunan sektor pariwisata terkait dengan pembangunan pada aspek sosial budaya, ekonomi dan politik. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan yang menyatakan bahwa Penyelenggaraan Kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan lapangan kerja. 10 Prioritas Wisata Indonesia Didukung Banyak Pihak

Untuk menunjang pembangunan pariwisata tentunya harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia termasuk juga peningkatan kapasitas dosen-dosen kepariwisataan. Kekurangan jumlah dan kualitas dosen kepariwisatan sebetulnya tidak hanya dialami oleh Indonesia, tapi juga dialami oleh berbagai Negara.

Hingga saat ini Indonesia belum memiliki pendidikan tinggi kepariwisataan berkelas dunia. Salah satu sebab ketertinggalan Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi kepariwisataan adalah dikarenakan kurangnya kapasitas sumber daya manusia dosen kepariwisataan di Indonesia, dimana mayoritas dosen tidak memiliki latar belakang pendidikan kepariwisataan.

Bimbingan Teknis Dosen Kepariwisataan

Perkembangan pendidikan tinggi kepariwisataan perlu difokuskan pada kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Para dosen perlu mendapatkan wawasan pengetahuan, serta iklim akademik agar mendorong terwujudnya budaya akademik yang unggul pada universitas asalnya nanti.

Sementara untuk bidang penelitian, keterlibatan dan produktivitas dosen kepariwisataan Indonesia dalam publikasi pada jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu tujuan akhir kewajiban dosen dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun sayangnya tingkat publikasi ilmiah dosen di perguruan tinggi di Indonesia relatif masih sangat rendah.

Perkembangan keilmuan pariwisata saat ini sangat perlu didukung oleh riset yang kuat, agar kebijakan dan implementasi aktivitasnya bukan hanya mengikuti akibat dari pada fenomena yang terjadi, namun dirancang melalui perencanaan yang tepat sehingga dapat meminimalkan dampak negatifnya. Riset bidang kepariwisataan saat ini pada level internasional, telah banyak diakui melalui berbagai jurnal kepariwisataan bereputasi seperti Tourism Management, Annals of Tourism Research, Journal of Travel and Tourism Marketing, Journal of Travel Research, dan lainnya

Keterlibatan dosen dari perguruan tinggi kepariwisataan di Indonesia dalam publikasi riset pada jurnal bereputasi tersebut, menjadi salah satu tujuan akhir dari pembinaan dosen melalui kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rendahnya tingkat publikasi ilmiah dosen di perguruan tinggi di Indonesia menjadikan program pembinaan dosen, khususnya pada konteks peningkatan rangking QS University pada bidang penelitian menjadi sangat penting.

Dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM khususnya pada konteks riset, di lingkungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Direktorat Karier dan Kompetensi SDM, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, perlu menyelenggarakan program Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Dosen Kepariwisataan bagi dosen di perguruan tinggi Indonesia. Kegiatan ini dilakukan agar dosen mendapatkan wawasan pengetahuan dan ilmu yang dapat mendorong terwujudnya budaya akademik yang unggul pada universitas asalnya nanti.

Mengingat kualitas sumber daya dosen pada bidang ilmu kepariwisataan posisi mata sangat strategis dalam mendorong kualitas pendidikan dan penelitian kepariwisataan, perlulah dilakukan pelatihan dan bimbingan teknis untuk mewujudkannya tujuan tersebut.

Oleh karena itu, dilakukan rancangan pelatihan dengan fokus pada tiga hal, yakni: pendalaman materi kepariwisataan, model pengajaran dan pembelajaran kepariwisataan, serta teknis penelitian dan penulisan karya ilmiah bidang kepariwisataan. Untuk bimtek lainnya bisa dibaca di Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri.

Materi dan Metode Bimbingan Teknis Kepariwisataan

Materi Bimbingan Teknis Kepariwisataan

  1. Model dan metode pembelajaran dalam pendidikan kepariwisataan;
  2. Pendalaman materi kepariwisataan;
  3. Penelitian bidang kepariwisataan;
  4. Teknik penulisan karya ilmiah: konsep keilmiahan, jenis karya ilmiah, penulisan artikel jurnal, plagiarisme, pemanfaatan sumber rujukan, dan penyuntingan.

Metode Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kepariwisataan

Kegiatan bimbingan teknis dosen kepariwisataan dilakukan melalui beberapa metode berikut ini.

1. Metode ceramah terkait materi model-model pembelajaran, pendalaman materi kepariwisataan, metode penelitian kepariwisataan, dan teknik penulisan artikel ilmiah untuk jurnal.

2. Diskusi interaktif terkait materi model-model pembelajaran, pendalaman materi kepariwisataan, metode penelitian kepariwisataan, dan teknik penulisan artikel ilmiah untuk jurnal.

3. Metode penugasan dan latihan berkenaan dengan materi penulisan artikel ilmiah, baik yang dilaksanakan secara individual maupun kelompok.

4. Setelah Bimbingan Teknis, peserta WAJIB menyerahkan laporan dalam bentuk SALAH SATU dari berikut ini: a) Laporan Penelitian Hasil Kunjungan Lapangan; b) Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Kunjungan Lapangan (minimal 5000 kata); c) Pengembangan Model Pembelajaran Kepariwisataan.

5. Peserta wajib mendiseminasikan hasil pembelajaran selama bimtek di lingkungan perguruan tingginya masing-masing.

6. Sertifikat Bimbingan Teknis akan diberikan pada peserta setelah menyerahkan laporan seperti yang tercantum pada butir empat dan bukti pelaksanaan kegiatan diseminasi pada butir lima.

 

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dosen Kepariwisataan

Recommended For You

About the Author: Kanal Wisata

Blogger yang suka jalan-jalan dan menikmati alam budaya dan kuliner Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *