Menjelajah Desa Wisata Geothermal Kamojang

Destinasi wisata Geothermal Kamojang menjadi salah satu desa wisata yang ramah keluarga. Geothermal atau energi panas bumi adalah energi panas yang tersimpan di dalam permukaan bumi yang berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Panas ini pun berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Wisata Geothermal Kamojang diinisiasi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang bertujuan untuk mengembangkan aspek perlindungan lingkungan, edukasi, pelestarian budaya dan peningkatan keekonomian masyarakat sekitar. Di desa wisata ini terdapat sepaket wisata beragam yang lengkap, mulai dari Kawasan Wisata Alam Kawah Kamojang, Wisata Pendidikan GIC, Wisata Argo, Wisata Budaya, Wisata Air, dan Wisata Penangkaran Elang.

Wisata Geothermal Kamojang

 

Kawasan Wisata Geothermal Kamojang

Kawasan Wisata Alam Kawah Kamojang

Daya tarik wisata alam yang ada di wilayah ini ialah manifestasi geothermal di permukaan, yaitu berupa Kawah Kamojang. Kawah Kamojang merupakan kawah geothermal peninggalan Belanda yang menampilkan atraksi uap geothermal. Banyak jenis kawah yang dapat dinikmati di lokasi wisata alam ini, di antaranya adalah kawah kereta api, kawah hujan, kawah brecek dan sebagainya.

Pengunjung juga dapat menikmati pariwisata kesehatan dengan menikmati sauna alam yang dipercaya mampu menghilangkan penyakit kulit serta badan menjadi lebih fresh. Selain itu kondisi alam di kawasan tersebut masih terjaga sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pedestrian dan jogging track.

Kawasan Wisata Pendidikan

Terdapat sarana laboratorium lapangan dan Geothermal Information Center (GIC) yang diperuntukkan sebagai pusat pengetahuan dalam bidang pengembangan energi geothermal. Di GIC, wisatawan dapat menggali proses dan sejarah geothermal pertama dan tertua di Indonesia.

Pengembangan panas bumi di Kamojang menjadi pelopor bagi pengembangan energi terbarukan, energi bersih, dan ramah lingkungan. Dibangun juga PLTP, jalur pipa geothermal, dan green school.

Kawasan Wisata Geothermal Kamojang
image:https://ibunkamojang.com

Kawasan Wisata Agro

Daya tariknya ialah hasil pertanian masyarakat sekitar dan hasil olahannya. Wisata ini menawarkan berbagai produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti Budidaya Jamur Geothermal dengan inovasi sterilisasi baglog memanfaatkan uap geothermal. Selain itu ada juga budidaya kopi geothermal, anggrek geothermal, dan wisata hutan juga perkebunan.

Kawasan Wisata Budaya

Keunikan wisata budaya di wilayah ini ialah atraksi kesenian daerah dan budaya lokal termasuk budidaya domba hias khas Garut. Domba Garut merupakan simbol kota Garut dan sebagai Plasma Nutfah terlangka di dunia yang perlu dilestarikan. Atraksi lainnya ialah tari tradisional dan pencak silat.

Kawasan Wisata Air

Wisata air dipusatkan di Danau Pangkalan bila sudah berhasil dinormalisasi. Dengan dikembalikannya fungsi Danau Pangkalan ini di harapkan dapat melestarikan kawasan konservasi air permukaan, reboisasi tanaman endemik dan pusat pengelolaan ekowisata.

Kawasan Danau Pangkalan difungsikan juga sebagai area wisata Danau Pangkalan, wisata hutan, wisata agro, wisata adat dan wisata budaya.

Wisata Konservasi Elang Kamojang

Kawasan dengan nama Konservasi Elang Kamojang berada di kawasa hutan di antara dua bukit di Kamojang. Pusat rehabilitasi ini menjadi pusat rehabilitasi elang terbesar dan terlengkap di Indonesia. Pusat Konservasi Elang Kamojang ini bekerja sama BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat yang diwujudkan dalam Perjanjian Kerjasama Pembangunan Pusat Konservasi dengan Alam. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis elang seperti Elang Brontok, Elang Jawa, dan Elang Tikus.

Akses  Menuju Lokasi Wisata Geothermal Kamojang

Lokasi Desa Wisata Geothermal Kamojang berada di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung dan Desa Sukarya, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut.

Dari Bandung terdapat dua rute untuk menuju destinasi tersebut, yaitu:

  1. melalui Majalaya, atau melalui jalur konvensional melalui Nagreg. Kedua rute ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika menggunakan kendaraan pribadi melalui Majalaya, jarak yang ditempuh akan lebih singkat, sekitar 18 km dari alun-alun Majalaya.
  2. melalui jalur biasa Nagreg jarak yang ditempuh lebih panjang karena harus lebih dahulu melewati Kota Garut. Apabila ditotal jarak dari Kota Bandung menuju Garut sampai Kawah Kamojang sekitar 97 km

Desa Wisata Geothermal Kamojang juga menyediakan fasilitas homestay yang sudah seperti rumah penduduk dari beberapa Dusun di wilayah Desa Wisata Kamojang dengan kapasitas lebih dari 50 orang. Desa Wisata Geothermal sangat cocok untuk membawa sanak keluarga khususnya anak-anak karena banyak sekali beragam wahana yang tersedia.

 

Desa Wisata Geothermal Kamojang – Kanal Wisata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *