Menelusuri Kota Tua dan Pantai Ampenan Lombok

Kota tua dan Pantai Ampenan yang berlokasi di kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, merupakan sebuah lokasi yang bersejarah di Lombok. Layaknya kota tua di Jakarta, Kota Tua Ampenan menyimpan banyak cerita di masa lalu. Kota ini berisi bangunan-bangunan peninggalan masyarakat lokal yang artistik dan unik dengan corak cerah dan berwarna-warni.Kota Tua dan Pantai Ampenan Lombok

 

Menurut cerita, dahulu bangunan-bangunan kota tua ini dihuni oleh mayoritas warga Tionghoa pada zaman penjajahan dan kolonialisme. Tersimpan di dalamnya, peninggalan-peninggalan berupa harta benda penduduk Tionghoa yang kabarnya saat ini sudah merantau ke kota-kota besar di Indonesia dan meninggalkan harta tersebut di dalam rumah.

Wisata Kota Tua

 

Selain keindahan artistik arsitektur rumah-rumah bergaya tua di area ini, akan banyak kita temui wisatawan yang sedang berkunjung atau sekadar berfoto dengan latar tulisan kota tua ampenan maupun rumah-rumah tua yang ada.

Banyak wisatawan datang ke kota tua Ampenan Lombok menggunakan taksi mengingat lokasinya yang mampu ditempuh hanya dalam waktu seperempat jam dari kota Mataram. Wisatawan pun tidak perlu kebingungan mencari transportasi lokal di sekitar kota Ampenan karena banyak dokar yang berkeliaran di sekitar kota.



Biasanya, kota tua Ampenan cukup ramai dikunjungi saat pagi maupun sore hari. Selain menghindari panas terik matahari pada siang hari, hal ini juga dikarenakan wisatawan yang berkunjung, biasanya sekaligus mengunjungi pantai Ampenan yang menyediakan berbagai tempat nongkrong seperti cafe, warung, dan rumah makan yang buka pada sore hari.

Wisatawan pun tidak perlu ragu untuk memasuki wilayah kota tua dan pantai Ampenan karena tidak ada tiket masuk alias gratis.

Cagar Budaya Nasional

Kota Tua Ampenan akan diusulkan menjadi cagar budaya kawasan Kota Tua agar keberadaan bangunan-bangunan tua bersejarah di kawasan Ampenan dapat dipertahankan.

Dengan menjadikan kawasan Kota Tua Ampenan sebagai cagar budaya, maka pemerintah melalui Balai Cagar Budaya Nasional akan melakukan intervensi terhadap penataan dan pemeliharaan. Dengan demikian, jika ada keinginan untuk mengubah bangunan, harus melalui izin dari pemerintah sesuai dengan aturan yang ada meskipun itu masih menjadi milik pribadi.

 

Kota Tua dan Pantai Ampenan – Kanal Wisata

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *