Menyusuri Sungai Berair Hitam di Hutan Gambut Taman Nasional Sebangau 

Hutan Gambut di Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah dilalui dan dikelilingi beberapa sungai yang mengalir seperti sungai Sebangau, Katingan,  Koran, serta Kahayan. Yang menarik dari salah satu sungai tersebut, yaitu sungai Koran yang airnya berwarna hitam.

Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tanin yang ada di dalam rawa gambut. Sungai berair warna hitam di sungai Koran ini juga menjadi nyawa bagi kehidupan aneka jenis flora seperti pohon ulin, anggrek hitam, dan Nephentes alias kantong semar.

Sungai Berair Hitam di Taman Nasional Sebangau

Sungai Berair Hitam di Taman Nasional Sebangau

Taman Nasional Sebangau (TNS) cocok menjadi destinasi wisata bagi penikmat flora dan fauna endemik. Luasnya sekitar 568.700 hektar, selain rumah bagi orang utan juga menjadi rumah bagi 25 jenis mamalia, 116 jenis burung borneo, 36 jenis ikan, serta sekitar 166 jenis flora.

Apabila masuk jauh ke dalam, hutan rawa gambut lokasi ini menjadi habitat bagi orang utan, bekantan dan beruang madu.

Pengalaman yang tidak terlupakan menikmati sensasi naik perahu mesin di antara hutan nipah yang tumbuh mengelompok bahkan daunnya saling bertemu berseberangan seperti membentuk canopy memayungi pengunjung saat perahu melewatinya dan perlu ekstra hati-hati karena jalur yang dilalui cenderung sempit.

Sebuah sensasi alam liar dan uniknya sungai berair hitam yang bisa kita nikmati sepanjang menuju lokasi ke taman nasional.

Setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang ke TNS. Mereka bukan hanya para wisatawan. Namun ada juga pihak kampus yang sengaja datang ke TNS untuk melakukan penelitian mengumpulkan data yang mereka butuhkan. Oleh karena itu seringkali mereka pulang-pergi dari pusat Kota Palangkaraya ke taman nasional selama melakukan penelitian.

Menyusuri Sungai Berair Hitam di Hutan Gambut

Untuk bisa menikmati sensasi menelusuri hutan gambut ini rasanya tidak sulit. Lokasinya sangat mudah diakses dari Palangkaraya. Perlu waktu kurang lebih 20 menit perjalanan dari Kota Palangkaraya dan akan tiba di Desa Kereng yang merupakan gerbang utama Taman Nasional Sebangau.

Start dari Danau Kereng Bangkirai yang merupakan dermaga tempat penyewaan perahu motor. Karena menggunakan mesin diatas 40 PK maka waktu perjalanan bisa dipersingkat. Sebaliknya bila menggunakan perahu bermotor mesin kecil maka perjalanan ditempuh sampai dengan 2 jam.

Dan ada baiknya bagi kita yang mau melakukan penelitian, maupun hanya berekreasi, sebaiknya tetap berkoordinasi dengan pengelola taman nasional setelah tiba di lokasi. Untuk memulai perjalanan dan menyusuri sungai menuju Taman Nasional Sebangau.

 

Menyusuri Sungai Berair Hitam di Hutan Gambut Taman Nasional Sebangau 

Recommended For You

About the Author: kwisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *