Wisata Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi (TNW) merupakan salah satu taman laut terluas serta cagar biosfer yang ada di Indonesia. Wakatobi merupakan singkatan untuk empat pulau utama yang ada di kepulauan tersebut yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Secara administratif  Kepulauan Wakatobi  termasuk dalam wilayah Kabupaten Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara yang  terdiri dari 67 desa/kelurahan dan 8 kecamatan yang merupakan 97% wilayah perairan/laut dan 3% merupakan wilayah daratan berupa pulau-pulau. Sedangkan luas Taman Nasional Wakatobi (TNW) sekitar 1.390.000 Ha sama persis atau bahkan melebihi luas wilayah Kabupaten Wakatobi sendiri.

Wisata Taman Nasional Wakatobi 

Kepulauan Wakatobi ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1996 dan dikelola dengan sistem zonasi yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan Konservasi Alam (PHKA) No. SK. 149/IV-KK/2007 tanggal 23 Juli 2007, terdiri dari : zona inti (1.300 ha), zona pemanfaatan bahari (36.450 ha), zona pariwisaata (6.180 ha), zona pemanfaatan lokal (804.000 ha), zona pemanfaatan umum (495.700 ha) dan zona khusus darat (46.370 ha).

Wisata Taman Nasional Wakatobi

Kepulauan Wakatobi terkenal sebagai tujuan wisata karena keanekaragaman taman terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang spektakuler. Masyarakat Wakatobi yang umumnya memiliki profesi sebagai nelayan menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sumberdaya ini sejak zaman dahulu.

Oleh karena itu oleh Unesco pada tahun 2012 Taman Nasional Wakatobi ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia dengan Luas wilayah: 1.390.000 ha, daerah inti: 54568 ha, zona penyangga: 839.732 ha dan daerah Transisi: 495.700 ha. Lokasi Latitude: 5 ° 19’27 ”S – 6 ° 07’54”S Bujur: 123 ° 33’24 ” – 124 ° 35’59”E titik Central: 05 ° 43’41 ”S – 124 ° 04’40”E

Karakteristik ekologi TNW

Wakatobi memiliki beragam ekosistem dengan banyak spesies laut. Di pesisir terdapat rumput laut, terumbu karang, ikan, burung laut, kura-kura, Cetacea, dan mangrove. Ada sekitar 590 spesies ikan, 396 jenis terumbu karang,  11 spesies mangrove dan 9 spesies rumput. Beberapa spesies langka dan terancam punah dengan status yang dilindungi dapat ditemukan di Wakatobi, seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus), kepiting kenari (Birgus latro), kima raksasa (Tridacna sp), lola (Trochus niloticus), dugong (Dugong), lumba-lumba (delphis Delphinus, Stenella longiotris, Tursiops truncatus) dan cumi-cumi bintik-bintik hitam.

Selain itu, terdapat 85 jenis burung laut di Wakatobi, misalnya: angsa batu coklat (Sula leucogaster plotus), CeReK melayu (Charadrius peronii), raja fisher Erasia (Alcedo anthis). Beberapa spesies Cetacea dapat juga ditemukan di daerah ini, seperti ikan paus sperma (Physeter macrocephalus), paus sirip (Globicephala macrorhyncus), paus pembunuh (Orcinus orca), paus pembunuh kecil (Feresa attenuata), lumba-lumba (Stenella attenuata), lumba-lumba gigi kasar (Steno bredenensis), lumba-lumba abu-abu (Grampus griseus), lumba-lumba hidung botol ( Tursiops truncatus ) dan paus kepala semangka (Peponocephala electra).

Akses Ke Wisata Taman Nasional Wakatobi



Pintu masuk utama untuk menuju kawasan Taman Nasional Wakatobi adalah Pulau Wangi-Wangi yang lebih dikenal dengan nama Wanci. Dari Kendari (ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara) dapat ditempuh melalui perjalanan laut untuk menuju Wanci dengan rute yaitu Kendari – Bau-Bau – Wanci. Dari Kendari ke Bau-Bau ditempuh sekitar ± 5 jam dengan menggunakan kapal cepat (Motor Vessel) dan selanjutnya Bau-Bau – Wanci menggunakan kapal kayu selama ± 9 jam. Selain itu, dari Bau-Bau – Wanci juga dapat ditempuh dengan menggunakan kapal perintis dan PELNI dengan frekuensi satu kali setiap bulannya.

Namun akses menuju pulau-pulau di Kabupaten Wakatobi sangat sulit dicapai dengan transportasi laut pada saat musim timur (Juni – Agustus), dan musim barat (Desember-Februari) karena gelombang sangat besar.  Musim yang paling tenang dan nyaman untuk perjalanan laut di Wakatobi adalah pada bulan September sampai dengan bulan November dan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei.

Wisata Taman Nasional Wakatobi sangat cocok untuk tujuan wisatawan yang ingin melakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.

Taman Nasional Wakatobi
Balai Taman Nasional Wakatobi
Jln. Dayanu Ikhsanuddin No.71
Bau-Bau, Sulawesi Tenggara
Telp/Fax : +62 402 2826326
Email : info@wakatobinationalpark.com

 

Taman Nasional Wakatobi – Kanal Wisata Indonesia

 

One comment

  • Terimakasih banget infonya min, saya tertarik buat kesana ke baubau… bulan ini saya kesana deh, kalau ada waktu mungkin mampir juga ke wakatobi… kira kira berapa jam ya dari bau bau ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *