Iklan MGID

Rekomendasi Tempat Wisata Magelang untuk Keluarga Saat Libur Akhir Tahun 2026, Dimulai dari Gereja Ayam Bukit Rhema

Gereja Ayam Bukit Rhema

Setiap musim libur akhir tahun, Magelang ramai oleh wisatawan dari berbagai kota. Sebagian besar datang untuk Candi Borobudur, tetapi keluarga yang menginap lebih dari satu malam biasanya mencari tambahan agar anak-anak tidak hanya berjalan di batu candi. Gereja Ayam Bukit Rhema menjadi salah satu tempat yang sering muncul dalam pencarian itu, karena letaknya dekat Borobudur dan di dalamnya ada lebih dari sekadar bangunan untuk difoto.

Gereja Ayam Bukit Rhema: Lebih dari Satu Bangunan

Lokasi Gereja Ayam Bukit Rhema ada di Kurahan, Karangrejo, Kecamatan Borobudur, kira-kira 2,5 km dari Candi Borobudur. Bangunan putih dengan mahkota ini dibangun oleh Daniel Alamsjah dan, menurut pengelola, menggambarkan burung merpati yang menunduk. Fungsinya adalah rumah doa bagi segala bangsa, sehingga pengunjung dari latar belakang apa pun dapat datang. Kawasan buka setiap hari pukul 06.00 sampai 19.00 WIB dengan tiket masuk Rp25.000 per orang yang sudah termasuk pemandu dan camilan singkong.

Yang jarang disorot dari tempat ini adalah ekosistem kecil di sekitarnya. Kawasan itu tidak berhenti di satu bangunan, tetapi punya beberapa unit yang saling melengkapi, dan beberapa di antaranya bekerja sama dengan pelaku lokal.

Daun Bukit: Toko di Dalam Kawasan yang Digarap Serius

Daun Bukit adalah toko resmi di area Gereja Ayam Bukit Rhema yang dikelola langsung oleh pengelola kawasan. Tempat ini bukan toko oleh-oleh besar dengan rak panjang, melainkan toko kecil dengan pilihan yang dikurasi di tiga kelompok:

  • Fashion batik. Busana dan kain batik dari Denmas Batik, studio batik lokal yang juga mengajar di kelas membatik Kedai Bukit Rhema.
  • Oleh-oleh lokal. Camilan dari UMKM Magelang, antara lain emping dan wajik.
  • Merchandise resmi. Kaos bertema Made by Faith, Way Truth Life, dan The Founder yang dibuat sebagai cendera mata kawasan.

Daun Bukit

Tokonya buka setiap hari pukul 06.00–19.00, sama dengan jam kawasan. Karena berada di dalam area, pengunjung membeli tiket masuk Bukit Rhema lebih dulu. Akun Instagram resminya @Daun.Bukit.

Secara konsep, alurnya sederhana: batik dari studio lokal dan camilan dari UMKM Magelang dijual di lokasi yang dikunjungi banyak orang, sehingga wisatawan bisa membawa pulang produk dari Magelang, bukan hanya foto.

Kedai Bukit Rhema

Kedai Bukit Rhema dan UMKM di Sekitarnya

Selain toko di dalam kawasan, Kedai Bukit Rhema juga merancang pengalaman yang menghubungkan pengunjung dengan desa sekitar, termasuk VW Safari yang singgah di UMKM lokal seperti budidaya madu dan kebun jamur. Skema ini cocok bagi keluarga yang ingin anak melihat langsung dari mana produk makanan berasal.

Pengalaman yang Bisa Dipilih

Di luar belanja, ada beberapa kegiatan yang bisa dipilih sesuai usia dan waktu:

  • VW Safari, keliling desa sekitar Borobudur dengan VW klasik
  • Membatik, kelas bersama pembatik Denmas Batik
  • Playground, area bermain gratis untuk anak usia sekitar 2–12 tahun
  • Sunrise, paket naik ke area atas sebelum matahari terbit

Playground

Membatik

Detail tarif tiap kegiatan bisa dilihat langsung di kanal resmi Kedai Bukit Rhema karena paket dan jadwalnya dapat berubah mengikuti musim.

Kedai Bukit Rhema sebagai Titik Kumpul

Kedai Bukit Rhema adalah kafe di dalam kawasan yang menjadi pusat kegiatan. Kelas membatik, playground, dan sarapan setelah sunrise berlangsung di sekitarnya. Pengunjung bisa makan di sini, menunggu anggota keluarga yang sedang membatik, atau sekadar duduk menikmati pemandangan Pegunungan Menoreh. Kedai juga menerima program sekolah dan rombongan, yang biasanya mengombinasikan membatik, menghias donat, dan hidroponik.

Siapa yang Cocok Datang ke Sini

Kawasan ini paling cocok untuk tiga jenis pengunjung:

  • Keluarga dengan anak usia sekolah dasar, karena ada playground dan kelas membatik yang bisa diikuti bersama.
  • Rombongan sekolah atau komunitas, yang membutuhkan kegiatan terstruktur dan tempat berkumpul.
  • Pencari oleh-oleh yang tidak mau membawa pulang sesuatu yang generik, misalnya batik, kaos, atau camilan khas lokal.

Pilihan di Daun Bukit memang terbatas, jadi sebaiknya jangan menganggapnya pusat oleh-oleh seperti pasar besar. Nilai tambahnya ada pada keterkaitannya dengan tempat: batiknya dari pembatik yang sama dengan kelas membatik, dan kaosnya merupakan merchandise resmi kawasan.

Tips Berkunjung

  • Beli tiket masuk lebih dulu, karena toko dan kedai berada di dalam area.
  • Datang pagi bila ingin membatik atau bermain, karena kegiatan outdoor lebih nyaman sebelum siang.
  • Pesan kegiatan seperti membatik dan VW Safari sebelum hari libur panjang agar jadwalnya pasti.
  • Sisakan waktu sebelum pukul 19.00 untuk berbelanja di Daun Bukit.

Candi Borobudur: Tempat yang Biasanya Jadi Alasan Datang

Candi Buddha terbesar di dunia ini tetap menjadi alasan utama banyak keluarga datang ke Magelang. Naik ke struktur candi membutuhkan tiket yang dibeli melalui situs resmi ticket.borobudurpark.com, dengan tarif domestik Rp150.000 per orang pada akhir Oktober 2026. Jam operasional kunjungan sekitar 08.30–17.00. Jika membawa anak kecil, siapkan topi dan air minum karena lantai batunya memantulkan panas.

Pengunjung yang tidak berniat naik candi masih bisa menikmati halaman Borobudur dan kawasan sekitarnya, termasuk desa-desa wisata yang jaraknya tidak jauh.

Taman Kyai Langgeng: Ruang Bermain Keluarga di Kota Magelang

Berbeda dari wisata candi dan pegunungan, Taman Kyai Langgeng berada di dalam kota, di Jalan Cempaka, Kelurahan Kemirirejo, Magelang Tengah. Taman ini punya area taman, wahana, dan taman satwa, sehingga cocok untuk anak yang butuh banyak ruang bergerak.

  • Jam buka: 08.00–17.00
  • Tiket masuk: sekitar Rp24.000 pada hari kerja dan Rp30.000 pada akhir pekan atau libur nasional
  • Catatan: wahana tertentu dibayar terpisah, dan taman satwa tutup pada hari Senin

Tarif pada hari libur besar bisa lebih tinggi dari tarif akhir pekan biasa, jadi tanyakan di loket.

Ketep Pass: Pemandangan Dua Gunung

Berada di lereng Merapi dan Merbabu pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Ketep Pass menawarkan area pandang ke kedua gunung dan Museum Vulkanologi untuk anak yang suka sains. Tiket Rp10.500 pada Senin–Sabtu dan Rp12.500 pada Minggu atau hari libur. Tempat ini buka mulai pukul 08.00. Karena kabut sering turun menjelang sore, sebaiknya datang lebih awal.

Nepal Van Java: Desa Lereng dengan Jalan Menanjak

Nepal Van Java di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, dikenal dari rumah-rumah yang tersusun di lereng. Perjalanan dari pusat Kota Magelang sekitar 50 menit untuk jarak 23 km, dan jalan terakhirnya menanjak tajam. Warga menyediakan ojek bagi pengunjung yang tidak ingin membawa kendaraan sendiri. Tiket masuk sekitar Rp10.000 sampai Rp21.000 (tanyakan tarif pastinya di pos masuk), dengan jam buka sekitar 07.00–17.00. Tempat ini paling baik dijadwalkan sebagai tujuan tersendiri.

Menyusun Rencana Keluarga di Magelang

Agar perjalanan tidak melelahkan, kelompokkan tempat berdasarkan arah. Hari pertama untuk kawasan Borobudur: Bukit Rhema, lalu candi. Hari kedua bisa dibagi antara Taman Kyai Langgeng di dalam kota atau lereng gunung (Ketep Pass dan Nepal Van Java).

Untuk melihat daftar lain dari berbagai tempat wisata Magelang beserta jarak dan tipenya, panduan yang disusun pengelola Bukit Rhema dapat menjadi pembanding. Tarif dan jam buka dalam artikel ini berlaku per akhir Oktober 2026 dan dapat berubah, terutama pada hari libur nasional.

kwisata

turut membahas informasi pariwisata berdasarkan tempat lokasi tujuan wisata-wisata khususnya yang ada di Indonesia, juga info pendukung wisata.

Anda Mungkin Suka Artikel Ini: