Liburan keluarga ke Jogja sering berakhir di tempat yang sama: pusat kota, pantai, lalu pulang. Padahal sekitar satu jam ke arah utara, ada pengalaman yang bisa dinikmati tiga generasi sekaligus, yaitu naik jeep terbuka menyusuri lereng Gunung Merapi. Anak-anak senang karena seru, orang tua senang karena pemandangannya, dan semua pulang membawa cerita.
Tapi membawa keluarga tentu berbeda dengan pergi bersama teman sebaya. Ada anak kecil yang cepat lelah, ada orang tua yang tidak kuat guncangan lama. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan supaya lava tour bersama keluarga tetap menyenangkan.
Pilih Rute yang Paling Pendek Dulu
Operator jeep di lereng Merapi umumnya menawarkan beberapa pilihan rute, dari yang singkat sampai yang menjelajah penuh. Untuk keluarga dengan anak kecil atau lansia, rute singkat adalah pilihan paling aman.
Salah satu contohnya adalah rute pendek lava tour Merapi dengan durasi sekitar 1,5 sampai 2 jam. Rutenya singgah di Museum Omahku Memoriku, Batu Alien, lalu ditutup dengan trek air di Kali Kuning. Waktunya cukup untuk merasakan serunya offroad tanpa membuat anak rewel atau orang tua kelelahan.
Kalau anak-anak sudah cukup besar dan semua anggota keluarga dalam kondisi fit, barulah pertimbangkan rute yang lebih panjang.
Hitung Jumlah Penumpang per Jeep
Harga jeep biasanya dihitung per unit, bukan per orang, dan satu jeep muat hingga empat penumpang. Keluarga berempat pas untuk satu jeep. Kalau rombongan enam orang, lebih nyaman memakai dua jeep daripada berdesakan, apalagi kalau ada anak yang perlu dipangku.
Berangkat Pagi, Bukan Siang
Udara lereng Merapi paling sejuk di pagi hari. Selain itu, puncak gunung biasanya masih terlihat jelas sebelum kabut naik menjelang siang. Anak-anak juga cenderung lebih segar di pagi hari dan tidak mudah rewel. Jadwalkan keberangkatan dari hotel sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 supaya bisa mulai tur sebelum pukul 08.30.
Perlengkapan yang Wajib Dibawa
- Baju ganti untuk semua anggota keluarga, terutama anak-anak. Trek air di Kali Kuning hampir pasti membuat penumpang basah.
- Masker atau kacamata, karena jalur kering bisa berdebu saat kemarau.
- Jaket tipis, terutama untuk yang mudah kedinginan.
- Kantong plastik atau tas tahan air untuk ponsel dan dompet.
- Air minum dan camilan ringan untuk anak.
- Sandal atau sepatu yang tidak licin.
Tips Keamanan Selama di Jeep
Dudukkan anak kecil di bagian tengah, diapit orang dewasa. Minta pengemudi menyesuaikan kecepatan kalau ada lansia atau balita di dalam jeep. Pengemudi lokal sudah terbiasa dengan medan berbatu dan biasanya mau menyesuaikan gaya mengemudi sesuai permintaan penumpang.
Pastikan juga operator yang dipilih menyertakan asuransi perjalanan untuk setiap jeep. Ini hal kecil yang sering terlupa, padahal penting saat membawa keluarga.
Jadikan Momen Belajar
Lava tour bukan hanya soal offroad. Di Museum Omahku Memoriku, anak-anak bisa melihat langsung perabot rumah tangga yang meleleh akibat awan panas erupsi 2010. Ini kesempatan bagus untuk bercerita tentang gunung api, bencana alam, dan pentingnya mengikuti arahan petugas saat terjadi keadaan darurat. Pelajaran seperti ini jauh lebih membekas dibanding membaca buku.
Setelah Tur Selesai
Setelah tur, ajak keluarga makan siang di sekitar Kaliurang atau Pakem. Banyak warung yang menyajikan menu rumahan dengan harga bersahabat. Jadah tempe dan wedang jahe cocok untuk menghangatkan badan setelah basah-basahan di trek air.
Lava tour bersama keluarga bisa menjadi salah satu momen paling berkesan selama liburan di Jogja. Kuncinya sederhana: pilih rute yang sesuai kemampuan anggota keluarga paling muda dan paling tua, berangkat pagi, dan bawa perlengkapan secukupnya.
