Rumah Gadang Keelokan Ranah Minang

Berkunjung ke Sumatera Barat kita akan dimanjakan dengan beragam wisata di Ranah Minang dan rasanya kurang lengkap jika belum melihat dari dekat keelokan Rumah Gadang yang mewakili arsitektur Minangkabau berwujud rumah panggung dengan atap melengkung tajam menyerupai tanduk kerbau yang dinamai atap gonjong. Oleh karena itu, rumah Gadang juga disebut rumah bagonjong.

Rumah gadang minangkabau

Atap gonjong adalah ciri khas rumah Gadang paling mencolok yang turut menyumbang karakter khas keindahan alam Minangkabau. Skyline yang dibentuk oleh atap-atap gonjong yang menyeruak dari rimbunnya pepohonan, lembah, persawahan bahkan di antara bangunan modern, akan menyadarkan bahwa kita tengah berada di Ranah Minang sebutan bagi orang Minang terhadap tanah leluhurnya.

Selain atap gonjong, rumah gadang juga unik karena badan bangunan serupa trapesium dan tiang-tiang bangunannya tidak tegak lurus (miring sekitar 91-94 derajat). Kombinasi bentuk atap dan badan bangunan menciptakan tampilan yang sangat menarik. Keunikan lain adalah anjung pada salah satu tipe rumah Gadang. Anjung (semacam panggung) terdapat di kedua ujung rumah dan berjenjang naik 1-3 tingkat.

Rumah Gadang adalah Rumah Adat Minangkabau

 



Gadang dalam bahasa Minang berarti besar. Dengan demikian rumah Gadang berarti rumah besar. Maka jangan heran bila melihat ukuran rumah Gadang melebihi ukuran rumah biasa. Selain besar, rumah Gadang pun memiliki banyak fungsi yaitu mewadahi berbagai tradisi adat. Rumah Gadang memang bukan rumah keluarga biasa melainkan milik sebuah kaum atau suku. Uniknya, yang tinggal di rumah Gadang hanya kaum perempuan dan suami jika sudah menikah serta anak-anak. Dalam tradisi Minangkabau, laki-laki yang sudah akil baliq tidak lagi tinggal di rumah Gadang melainkan di surau kaum atau bangunan lainnya.

Rumah Gadang beranjung dijuluki rumah baanjuang. Keelokkan rumah Gadang juga didukung oleh ukiran yang memenuhi seluruh dinding luar kecuali dinding belakang yang terbuat dari anyaman bambu. Ruang dalam pun biasanya dihiasi oleh kain warna-warni. Ukiran diaplikasikan juga pada dinding bangunan lain di komplek rumah Gadang seperti rangkiang (lumbung padi), bedug (rumah tabuah) dan surau. Konon ada puluhan motif ukiran dan masing-masing dipasang pada posisi tertentu.

Jika memiliki cukup waktu untuk menjelajah semua sudut Ranah Minang, kita akan menemukan banyak rumah Gadang mulai dari yang masih asli yang berusia ratusan tahun hingga yang baru dibangun dan telah mengalami modernisasi. Rumah Gadang yang populer sebagai tujuan wisata anatara lain Istana Basa Pagaruyung dan Istana Silinduang Bulan di Batu sangkar, Pusat dokumentasi dan informasi kebudayaan Minangkabau di Padang Panjang, Musium Adityawarman di Padang, Rumah adat Baanjuang di Bukittinggi dan masih banyak yang lainnya. Meski berkonsep sama, setiap rumah Gadang memiliki daya tarik tersendiri.

Bangunan bandara beratap gonjong menjadi penanda bahwa wisatawan telah mendarat di Bandara Internasional Tabing, Padang. Sebagai ikon Sumatera Barat, kini atap gonjong tidak hanya melekat pada rumah Gadang, namun juga rumah modern, bangunan umum, monumen dan sebagainya di Ranah Minang.

 
Rumah Gadang Adat Minangkabau – Wisata Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *