Danau Kawah Kelimutu Keindahan 3 Warna

Danau Kawah Kelimutu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur Indonesia dengan tiga danau yang warna airnya dapat berubah-ubah dalam jangka waktu tertentu yakni merah, biru, dan putih merupakan salah satu objek wisata populer di Indonesia.

Danau Kelimutu yang berada di puncak Gunung Kelimutu, dihasilkan dari proses vulkanis gunung api. Dalam satu kawasan di ketinggian 1.640 dpl terdapat 3 danau kawah yang memiliki bentuk, kondisi hidrotermal, dan geokimia yang berbeda serta memiliki sebutan yang berbeda juga, yaitu:

  1. Tiwu Nua Muri Koo Fai (Danau Pemuda dan Gadis) yang memiliki kedalaman sekitar 127 meter dengan luas sekitar 5,5 hektare.
  2. Tiwu Ata Polo (Danau yang Mempesona) memiliki kedalaman 64 meter dengan luas 4 hektare. Danau itu diperkirakan menjadi salah satu sumber mata air Sungai Ria Mbuli.
  3. Tiwu Ata Mbupu (Danau Orang Tua) dengan kedalaman 67 meter dan luasnya sekitar 4,5 hektare.

Danau Kawah Kelimutu Keindahan 3 Warna

Selama tahun 1915-2011, menurut Data Balai Taman Nasional Kelimutu, 3 danau tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan warna meskipun tidak ada jadwal dan pola perubahan yang pasti. Tiwu (danau) Nua Muri Koo Fai berubah warna 25 kali, Ata Polo mengalami 44 kali perubahan warna dan Ata Mbupu telah 16 kali bersalin warna.

Lokasi Danau Kelimutu

 

Danau Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer sebelah timur dari Kota Ende. Dari Kota Ende melewati jalan yang berkelok-kelok, mendaki dan menurun, dengan kondisi sisi kanan jalan tebing dan sisi kiri jurang untuk menuju Kampung Moni.

Kampung Moni adalah sebuah kampung adat yang terletak di kaki gunung Kelimutu. Di Kampung Moni inilah terdapat beberapa sumber air panas untuk mandi. Dari Kampung Moni, untuk sampai ke Danau Kelimutu harus berjalan mendaki sepanjang 13 kilometer.



Wisatawan dapat menggunakan kendaraan sewaan untuk perjalanan Ende-Kelimutu-Ende. Waktu perjalanan bisa ditentukan sendiri dan pengunjung dapat mencapai puncak Kelimutu. Untuk biaya yang lebih murah dari Ende dapat menggunakan bus umum, namun hanya sampai di Kampung Moni, tetapi sulit mendapatkan bus yang tiba pagi hari di kampung itu sehingga harus menginap di tempat itu. Perlu juga menyewa kendaraan pribadi atau ojek untuk mencapai puncak danau.

Sebaiknya berangkat dari Kota Ende sebelum subuh karena merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Danau Kelimutu. Jang lupa untuk melihat situs peninggalan sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende.

 

 

Danau Kawah Kelimutu – Wisata Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *