Tracking Seru Wisata Alam TNK Prevab Kutai Timur

Kali ini kami berkesempatan melakukan trip pertama kalinya ke Prevab. Kami berangkat pagi ber-enam menuju Taman Nasional Kutai Prevab. Setiba di lokasi kami sudah ditunggu Pak Suryadi yang akan menjadi guide kami, dia adalah petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Taman Nasional Prevab. Setelah bergabung dengan rombongan kami, Pak Suryadi menjelaskan lebih dulu mengenai jalur yang akan kita tempuh dan kondisi medan selama di hutan.

Taman Nasional Kutai (TNK) Prevab

Taman Nasional Kutai (TNK) Prevab

Prevab adalah kawasan konservasi hutan di Taman Nasional Kutai yang berada di tepi Sungai Sangatta. Berada di Kampung Jawa, Desa Kabo Jaya, kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit turis asing yang ingin melihat langsung orangutan (Pongo pygmaeus morio) liar.

Berdasarkan temuan sarang orang utan, di Taman Nasional Kutai (TNK) ini diperkirakan ada 2000-an orangutan. Angka 2.000 individu orangutan di TNK barangkali mencengangkan. Namun, ada sejumlah indikasi untuk mendukung pernyataan itu. Beberapa tahun terakhir banyak orang utan yang ditemukan mati terbunuh. Mereka tewas karena masuk areal kebun atau perusahaan atau areal pemukiman masyarakat. Kebun atau pemukiman yang dulunya merupakan hunian nyaman bagi orang utan, sekarang bisa berubah menjadi kuburan.

Baca juga:   Perjalanan Dari Maumere Menuju Ende, Flores

Penelitian orang utan di TNK dilakukan sejak tahun 1970-1971 oleh Roman’s di Site Mentoko. Dilanjutkan oleh peneliti asing lainnya, di antaranya Leighton, Mitani, Suzuki dan Campbell, di site Mentoko di tahun 1980-an. Hasil penelitian tersebut menjadi kunci mempelajari pola hidup orangutan di alam liar. TNK merupakan lokasi pertama di Indonesia yang dijadikan lokasi penelitian orangutan di alam liar.

Baca juga:   Hotel Berbintang di Balikpapan untuk Wisata

Tracking Seru Wisata Alam Kutai Timur

Lokasi kami saat tiba berada di Desa Kabo Jaya, selanjutnya perjalanan menuju Taman Nasional Prevab dilalui dengan menyusuri sungai kecil menggunakan ketinting warga setempat yang disewakan. Perjalanan memakan waktu tidak lama hanya sekitar 20 menit kami menyusuri sungai yang ternyata dihuni oleh habitat buaya. Dari cerita yang kami dengar sesekali pengunjung ada yang melihat penampakan buaya di sekitar sungai atau sedang berjemur di pinggir sungai.

Tracking Seru Wisata Alam Kutai Timur

Sesampainya di Prevab kami turun di dermaga dengan anak tangga terbuat dari kayu menuju rumah panggung yang dijadikan stasiun penelitian orangutan atau lebih dikenal dengan Camp Kakap dan Pusat Pendidikan Likungan Hidup. Ada juga camp yang biasa dijadikan homestay ala kadarnya oleh pengunjung. Ada 2 kamar yang bisa disewa dan muat untuk 4 orang.

Baca juga:   Menelusuri Pantai Barat Banda Aceh Menuju Meulaboh

Setelah beristirahat sejenak, petualangan pun segera dimulai. Tracking hari itu menjadi pengalaman pertama saya. Ber-enam kami mengelilingi kawasan Hutan Prevab untuk melihat kehidupan satwa liar di malam hari. Kami menemukan beberapa jenis serangga, reptil, hingga burung. Di antaranya adalah tarantula dan burung. Ada beberapa burung langka seperti srigunting, beo, kakaktua dan burung enggang terlihat berlompat-lompat di atas pohon

Kami mencari-cari orangutan yang melintas di atas pohon tapi belum juga menemukan. Sambil mengobrol dengan Pak Suryadi kami menyusuri hutan, tak terasa hampir dua jam kami mengelilingi hutan akhirnya menemukan Orang Utan di antara rerimbunan dedaunan yang sedang memetik buah sengkuang untuk dimakan bersama dengan anaknya, mereka tampak santai dan terlihat tidak terganggu akan kehadiran kami. Anaknya selalu terlihat menempel di badan ibunya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Pak Suryadi, di Prevab ini terdapat 26 orang utan dan sebagian besar hampir susah terlihat karena berada di ketinggian pohon dan terhalang oleh rimbunan dedaunan yang terlihat hanya sarang-sarang besar di ketinggian pohon yang sedang ditinggalkan orang utan.

Baca juga:   War Memorial Park Cu Chi Tunnels Saigon Vietnam

Mereka bisa mudah terlihat apabila sedang musim buah sengkuang yang merupakan makanan orangutan. Kalau tidak sedang musim buah sengkuang, sulit melihat keberadaan mereka, karena mereka mencari makan di lokasi hutan di luar Prevab.

Kami melanjutkan tracking dan mengunjungi Pohon Sengkuang raksasa yang diameternya sangat luas. Kami pun mengabadikannya dengan berfoto bersama di depan pohon sengkuang raksasa itu, selanjutnya menuju camp untuk beristirahat.

Sepanjang perjalanan kami kembali menuju camp sudah tidak lagi menemukan orang utan, tetapi banyak informasi tentang tanaman, pohon, satwa liar yang di temukan sepanjang jalur tracking menambah ilmu dan wawasan kami. Sesampai di homestay kami beristirahat sejenak melepas lelah.

Suasana sejuk karena rindangnya pepohonan membuat kami lama kelamaan mengantuk. Setelah minum kopi dan tenaga mulai pulih kami pun bersiap-siap kembali pulang. Kami tinggalkan Prevab saat sore mulai menjelang sambil memandangi pohon-pohon yang tumbuh rimbun di tepi sungai Sangatta.

 

Tracking Seru Wisata Alam Kutai Timur

kwisata

turut membahas informasi pariwisata berdasarkan tempat lokasi tujuan wisata-wisata khususnya yang ada di Indonesia, juga info pendukung wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *