Tontonan Kolosal Sejarah Thailand Siam Niramit

Perasaan dag dig dug menyelimuti perjalanan saya menuju ke kompleks pertunjukan Siam Niramit yang berada di pusat kota Bangkok, tepatnya di 19 Tiamruammit Road, Khwaeng Huai Khwang, Khet Huai Khwang, Krung Thep Maha Nakhon 10310, Thailand. Tempat ini bisa dikatakan ikon kota Bangkok untuk melihat gambaran sejarah kerajaan Thai zaman dulu.

Bukan karena apa-apa, tapi karena pengetahuan dan informasi yang minim, maka pikiran sudah melayang ke mana-mana. Apalagi teman saya, Pat orang Thailand enggan menjelaskan pertunjukan apa yang hendak kita tonton malam itu.

“Just watch it!” katanya berkali-kali dengan ekspresi yang semakin membuat saya penasaran. “This is a midnight performance,” celetuk Pat.

“Waaah…jangan-jangan…..” pikir saya. Seperti kita ketahui, Bangkok sangat dikenal dengan wisata malamnya yang terkenal punya nilai plus-plus. Apalagi  ada tulisan “For Adult Only” (Khusus Dewasa) tercetak jelas di tiket. Alamak, apakah ini benar-benar pertunjukan dewasa seperti yang saya bayangkan. Pikiran macam-macam kembali berkecamuk di benak saya setelah mendengar celetukan Pat tadi, dan saya semakin penasaran dibuatnya.

Tontonan Sejarah Thailand Siam Niramit

 

Siam Niramit Pertunjukkan Sejarah Thailand

Antrian ke gedung pertunjukan begitu panjang sedangkan pertunjukannya sendiri digelar setiap hari mulai jam 8 malam. Sebelum masuk, tas kita diperiksa. Kamera dan video cam langsung disita. “Tapi HP nggak, hahahaa… bukannya kita tetap bisa merekam lewat HP,”  batin saya. Kamera yang saya bawa harus dititipkan ke petugas. “Nanti diambil begitu pertunjukan selesai,” ujar seorang petugas ramah.

“Pertunjukan apa, yah ?” kata saya dalam hati. Apalagi kamera juga harus dititipkan ke petugas. Jangan-jangan benar-benar pertunjukan ‘plus-plus’ yang mirip dengan yang ada di Red District, Bangkok. Pikiran dan batin saya terus berkecamuk sambil memasuki ruang pertunjukan.

Gedung pertunjukan itu begitu spektakuler. Asumsi saya, ribuan penonton mampu memenuhi gedung  itu. Belum lagi layar yang terpampang di depan, benar-benar berukuran raksasa. Belum pernah saya melihat screen sebesar itu di bioskop-bioskop yang ada di Jakarta maupun Surabaya. “Jadi gak mungkin kalau kita akan nonton film,” batin saya.

Pertunjukan dimulai. Screen berwarna putih mendapatkan sorotan cahaya proyektor begitu terang. Pemandu acara meminta seluruh penonton berdiri. Video berisi rekaman gambar Raja-raja Thailand dan rakyatnya diputar, diiringi dengan lagu kebangsaan Thailand. Benar-benar merinding dibuatnya akibat efek audio-visual yang bisa membangkitkan nasionalisme.

Di Thailand, setiap acara pertunjukan memang dimulai dengan mendengarkan lagu kebangsaan, termasuk sebelum bioskop diputar.

Layar putih tergulung. Kemudian dentuman alat musik tabuh mirip bedug dimainkan dua orang performer di atas panggung yang luar biasa besar itu. Bahkan, proscenium (ketinggian dari dasar
panggung ke atapnya) tercatat sebagai yang tertinggi di dunia. Dentuman alat musik tabuh tadi semakin lama semakin cepat sebelum akhirnya rangkaian pertunjukan itu dimulai.

Musik, tarian, diiringi dengan tata panggung, artistik dan visual effect yang luar biasa, membuat saya
menahan nafas hampir di sepanjang pertunjukan. Ini benar-benar pertunjukan kolosal yang sangat
memukau. Wajar saja kalau pemerintah setempat mengklaimnya sebagai The Must-See Show of Thailand. Hampir 150 orang pemain terlibat dalam pertunjukan itu dengan kostum yang mencapai 500-an.

Selama tiga babak dari keseluruhan pertunjukan, yakni : Journey Back Into History, Journey Beyond Imagination, dan Three Worlds and Journey Through Jouyous Festivals; Loi Kratong, kita benar-benar dibuat terpana oleh pertunjukan ini.

Mulai bagaimana kita melihat dan merasakan bagaimana masa-masa awal berdirinya Kerajaan Thailand hingga bagaimana perjalanan spiritual di Surga dan Neraka sesuai kepercayaan mereka.

Dengan tata panggung yang spektakuler, kita akan melihat bagaimana tiba-tiba muncul kapal raksasa berada di belakang layar, para pemain beterbangan layaknya peri-peri, belum lagi kapal-kapal sampan kecil yang hilir mudik di atas panggung yang tiba-tiba berubah menjadi kolam air. Tata cahayanya pun tak kalah menakjubkan. Halilintar dan petir menyambar dan panggung tiba-tiba diguyur air hujan yang deras.

Saya pun hanya terpaku melihat dan menikmati pertunjukan itu. Pantas saja petugas tadi melarang kita membawa kamera. Pertunjukan ini benar-benar aset yang sangat berharga bagi pariwisata dan seni budaya Thailand. Dengan terjaga sedemikian ketatnya, maka siapa saja yang ingin melihat Siam Niramit ya harus datang sendiri ke Bangkok.

Lalu, bagaimana dengan kamera handphone yang lolos screening di pintu masuk ? Eits, jangan bersenang dulu. Ternyata, pengamanan di dalam gedung pun begitu ketat. Salah satu wisatawan yang kebetulan duduk persis di sebelah kursi saya iseng mencoba merekam pertunjukan itu lewat HP. Dan tiba-tiba, sinar laser berwarna merah langsung menyorot ke arahnya. Dia pun panik dan buru-buru memasukkan handphone ke dalam sakunya.

Tanpa terasa, satu setengah jam pertunjukan berjalan. Gajah-gajah tibatiba bermunculan di sebelah kursi-kursi penonton. Kita semua berdiri memberikan standing ovation untuk pertunjukan yang luar biasa itu. Tak heran, jika The Guinness World Book of Record mencatatnya sebagai salah satu
pertunjukan terakbar di dunia.

Sambil beranjak dari kursi dan menuju tempat pengambilan kamera, sebuah tangan menepuk
pundak saya.

“How is the performance?“ tanya Pat.

“It’s The must-see show that must be seen by us,” jawab saya.

 

Nonton Siam Niramit Pertunjukkan Kolosal Sejarah Thailand – Wisatasiana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *