Jalan-jalan Ke Tangerang Banten

Pada hari Sabtu di bulan Oktober kemarin, saat berkunjung ke rumah famili yang ada di Jakarta, kami diajak jalan-jalan ke kota Tangerang. Katanya sih banyak obyek wisata menarik yang belum banyak diketahui orang. Saya sih iya saja, selama ini yang saya tahu di Tangerang banyak perumahan elit, kawasan industri dan tentu saja pusat perbelanjaan.

Dengan mengendarai mobil keluarga, sekitar jam 10 pagi, sekeluarga meluncur ke Tangerang dari Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ternyata, banyak obyek wisata bersejarah yang ada di kota Tangerang, Banten ini, mulai dari budaya seperti Mesjid Pintu Seribu, Kelenteng Boen Tek Bio hingga wisata alam seperti Pulau Cangkir, Tanjung Pasir. Juga kuliner di Pasar lama Tangerang yang cukup ramai pada malam hari.

Jalan-jalan Ke Tangerang Banten

Masjid Seribu Pintu Tangerang Banten.

Cukup mudah di jangkau dengan mobil untuk menuju Masjid Pintu Seribu, hanya beberapa menit dari pusat Kota Tangerang. Setiba di Masjid Pintu Seribu nama aslinya Masjid Nurul Yakin ini berada di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Dinamakan Masjid Seribu Pintu karena banyaknya pintu yang ada, namun tidak ada yang tahu berapa jumlah persisnya pintu yang ada masjid ini, termasuk pengelola masjid.

Selain memiliki pintu yang banyak, di masjid ini terdapat tasbih berukuran raksasa terpajang di salah satu sudut ruangan. Memiliki 99 butir berdiameter 10 centimeter. Setiap butir bertuliskan nama Asma’ul-Husna. Konon, tasbih itu merupakan terbesar di Indonesia.

Kelenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio terletak di Jalan Bhakti Nomor 14, Tangerang yang konon didirikan sekitar tahun 1771M oleh seorang tuan tanah berdarah Tionghoa yang kemudian diserahkan kepada masyarakat agar mengelolanya.

Nama “Boen Tek Bio” berasal dari kata “Boen” yang artinya sastra, “Tek” artinya kebajikan, dan “Bio” berarti tempat ibadah. Pembangunan dan pekerjaan kelenteng ini dilakukan oleh tukang-tukang yang didatangkan langsung dari Tiongkok, arsitektur memiliki kesan Tionghoa asli.

Kelenteng ini memiliki dua pintu masuk yaitu di sebelah kanan kelenteng adalah pintu kesusilaan dan sebelah kiri adalah pintu kebenaran. Menurut kepercayaan, setiap umat diharapkan jika memasuki kelenteng ini melalui pintu kesusilaan dan keluar melalui pintu kebenaran.

Kuliner Pasar Lama Tangerang

Tidak jauh dari Kelenteng Boen Tek Bio, ada wisata kuliner Pasar Lama Tangerang. Wisata kuliner ini pada malam hari terdapat beragam sajian wisata kuliner khas yang unik dan nikmat untuk disantap. Sayangnya saya datang siang hari, jadi belum ramai dengan aneka kuliner yang ada.

Sebenarnya masih banyak obyek wisata yang akan dituju, namun rombongan harus mencari bengkel mobil karena kata saudara saya, ada sedikit masalah dengan mobilnya. Setelah mobil keluar dari bengkel yang ternyata hanya masalah sepele ada sekring yang putus (maklum saja, saudara saya itu awam masalah mobil) maka perjalanan keliling Tangerang tidak dilanjutkan karena malam hari ada acara lain di Jakarta.

(Artikel “Jalan-jalan Ke Tangerang” ini sebelumnya telah diterbitkan di blog wisatasiana)

 

Jalan-jalan Ke Tangerang Banten – Wisatasiana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *