Arsitektur Bangunan Tua di Florence

Florence Italia terkenal dengan “Cradle of Renaissance” (la culla del Rinascimento) oleh bangunan gedung, monumen dan gereja-gerejanya. Bangunan utama penarik minat mata untuk mengagumi arsitekturnya adalah kubah katedral, Santa Maria del Fiore, yang disebut The Duomo. Kubah ini dibangun oleh Filippo Brunelleschi. Bangunan di dekatnya Campanile (sebagian didisain oleh Giotto) dan Baptistery. Kubah dan campanile dibuka untuk umum yang patut dikagumi kerja seni berselera tinggi.

Bangunan penting lainnya adalah Piazza della Republica dahulunya adalah pasar, gereja Santa Maria Novella, San Lorenzo, Santo Spiritio. Stasiun kereta api Florence bernama Santa Maria Novella.

florence - Itali

Florence pada tahun 1865 pernah menjadi ibukota Italia menggantikan Turin, dan parlemen Italia masa itu berada di Florence. Italia mengalami penguasaan Perancis, Austria, Jerman, Romawi dalam cerita panjang sejarahnya.

UNESCO pada 1982, mendeklarasikan Florence (Italian: centro storico di Firenze) sebagai situs warisan budaya dunia. Kotanya dibentengi oleh dinding tebal yang dibangun abad 14. Kota ini kemudian berkembang secara ekonomi.

Supir taksi di kota ini pandai ngebut melalui jalan-jalan kecil diantara gedung-gedung, mirip adegan kejar-kejaran polisi dan mafia di film. Tapi saya memiliki Pengalaman Berharga Saat Wisata Di Italia. Sepeda motor terbanyak adalah Vespa listrik. Hampir tidak ada motor buatan Jepang. Di tempat parkir motor atau di ruang lapang antara gedung ada tombol listrik untuk mengisi tenaga motor ini.

Sejarah Kota Florence

Florence oleh Julius Caesar pada tahun 59 Sebelum Masehi merupakan tempat tinggal para serdadunya, saat itu dinamainya tempat tersebut dengan Florentia. Ditempat ini dibangun asrama militer dengan jalan-jalan utama cardo dan decumanus, suatu prapatan di Piazza della Repubblica, terletak di Via Cassia, jalan utama antara Roma dan negara bagian utara di lembah sungai Arno yang subur. Dengan cepat kota ini berkembang menjadi tempat perdagangan karena letaknya yang strategis. Oleh Kaisar Diocletian kota Florentia dijadikan ibu kota propinsi Tuscia.

Alkisah Saint Minias martir yang dipancung pada tahun 250 SM oleh Kaisar Decius berjalan membawa penggalan kepalanya menyeberangi sungai Arno menuju bukit Mons Fiorentinus tempat pertapaannya. Sekarang ditempat ini berdiri bangunan Basilica di San Miniato al Monte.

Berjalan di sepanjang tepian sungai Arno kota Florence seperti sebuah museum besar dengan pekerjaan seni yang luar biasa seperti yang dituangkan oleh Lorenzo pada tahun 1469 pada tampilan seni karya Michelangelo, Leonardo da Vinci dan Botticelli. Lorenzo juga seorang musisi yang merangkul lagunya dengan komponis dan penyanyi Florence masa kini termasuk Alexander Agricola, Johannes Ghiselin, and Heinrich Isaac

Jembatan Ponte Vecchio melintas di atas sungai Arno. Di sepanjang jembatan ini berjajar toko-toko, terutama toko-toko emas. Mata tersilaukan oleh kilauannya. Berbagai perhiasan emas dengan disain menarik dijajakan disini. Saya jadi teringat ketika di Indonesia tukang emas menyebut sebagai mas itali, mungkin berasal dari disainer di kota ini.

Jembatan ini merupakan koridor Vasari yang menghubungkan Uffizi dengan Medici residence (Palazzo Pitti). Jembatan ini aslinya dibangun oleh Etruscans, dan tetap utuh dari hantaman peperangan dalam perang dunia kedua. Gereja San Lorenzo berisi Medici Chapel, mausoleum dari keluarga Mediici – keluarga terpandang dan terkenal di Florence dari abad ke 15 sampai 18. Didekatnya ada Galeri Uffizi, yakni museum seni terbaik di dunia.

Decak kagum tak pernah berhenti dari mulut saya mengagumi karya seni luar biasa dalam menata bangunan, termasuk relief dan patungnya. Duduk malam hari di sekitar Uffizi kita akan terbuai oleh musik yang dimainkan pemusik Florence dan akan membawa kita dalam mimpi indah iringan musik ketika tidur. Lorenzo dikenal sebagai “Lorenzo the Magnificent” (Lorenzo il Magnifico). Lorenzo meninggal pada 1492.

Uffizi (“offices”), sekarang adalah museum, sendiri terletak di sudut Piazza della Signoria, merupakan bagian penting kehidupan berbudaya Florence dan pusat pemerintahan selama berabad-abad. Signoria Palace masih menjadi tempat upacara publik pemerintah. Berbagai patung dari perupa seperti Donatello, Giambologna, Ammannati dan Cellini, terpampang disini meski sebagian besar adalah tiruannya, karena aslinya disimpan dalam museum.

Catatan Ratna Sugeng saat menghadiri  Konferensi Para Ahli Adiksi. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *